Friday, February 26, 2010

Bisakah Enjoy dan Berhasil Cari Uang Dari Rumah

Apakah Anda sudah bosan dengan bekerja untuk orang lain? Dalam kebanyakan kasus, tidak peduli apa Anda bekerja di industri atau dimana saja- hasilnya adalah sama. Anda terikat dengan waktu, melakukan apa yang mereka perintahkan, jam-jam kerja yang ditetapkan orang lain untuk anda, dan untuk itu anda memperoleh pendapatan, yang mereka pikir sudah pantas untuk Anda. Kedengarannya tidak seperti skenario besar, ya nggak? Masalahnya, mengapa Anda membiarkan orang lain menentukan berapa banyak yang pantas untu Anda? Mengapa Anda membiarkan orang lain untuk menentukan kapan Anda harus bekerja dan kapan Anda harus pergi? Mengapa Anda membiarkan sebuah perusahaan untuk menentukan kapan Anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga Anda dan saat mana pula Anda tidak bisa? Kenapa mereka yang mengatur Anda. Kenapa bukan anda sendiri.


Jika hal seperti ini terdengar akrab, ada kabar baik. Munculnya Internet telah memungkinkan jutaan orang untuk keluar dari hari-hari menggerus, menguras tenaga mereka dan menemukan potensi sejati diri Anda. Apakah Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak Anda ketika mereka masih muda? Anda tidak akan pernah mendapatkan waktu berharga seperti itu untuk kembali lagi. Jika Anda bekerja di luar rumah, Anda mungkin hanya akan dapat berjanji pada diri anda sendiri bahwa Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan putra atau putri Anda minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Namun, masalahnya adalah bahwa anak-anak Anda hanya mengalami masa muda sekali saja. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka akan tidak lagi ingin menghabiskan waktu mereka dengan Anda.




Apakah Anda ingin menemukan kebebasan finansial? Bekerja untuk orang lain, jelas tidak akan pernah membawa Anda ke sana. Ketika Anda membiarkan orang lain untuk menentukan nilai atau nasib Anda, Anda akan selalu mendapatkan penawaran terendah - jumlah paling minimum yang ditawarkan oleh perusahaan kepada Anda untuk membuat Anda betah. Ini berbeda dengan saldo bank yang menentramkan. Selain itu, keadaan saat ini nampaknya kurang memungkinkan, perekonomian tidak lagi menjanjikan, berarti bahwa akan banyak perusahaan yang akan tutup; apa yang akan Anda lakukan ketika pekerjaan anda hilang? Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan Anda kian mengecil/downsizes dan Anda menemukan diri Anda diberhentikanatau dirumahkan? Bahwa pengangguran hanya tinggal menunggu waktu, apa yang akan anda lakukan, sebelum semuanya sudah terlambat. Bagaimana cara anda untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga Anda?
Ketika Anda memilih untuk bekerja untuk diri Anda sendiri, penghasilan Anda akan meningkat secara signifikan. Anda tidak perlu lagi khawatir akan membayar jumlah minimum untuk usaha Anda - Anda mengontrol jumlah yang akan Anda peroleh. Tidak ada yang bisa menghalangi anda untuk mengubah hidup Anda seperti yang anda inginkan. Bekerja untuk diri sendiri, dikerjakan dari rumah ribadi Anda sendiri adalah cara yang luar biasa untuk memastikan bahwa kehidupan Anda adalah salah satu hal yang penuh dengan kenikmatan, menyenangkan dan sesuai dengan kebebasan yang Anda selalu inginkan.

Bekerja dari rumah adalah solusi yang paling ampuh untuk semua kebutuhan Anda. Anda dapat menjadi bos Anda sendiri, untuk mengatur waktu Anda bekerja. Anda mendikte berapa banyak yang Anda hasilkan, bukan orang lain. Anda menentukan kapan Anda akan menghabiskan waktu bersama keluarga Anda dan kapan Anda akan bekerja. Singkatnya, tidak ada cara lain untuk memastikan bahwa Anda memiliki pendapatan yang luar biasa dan kebebasan untuk benar-benar menjalani kehidupan.

Bekerja dari rumah melalui bisnis berbasis rumah sendiri belum pernah lebih mudah daripada sekarang. Dengan rencana yang jelas, mudah diikuti, Anda akan lebih mudah untuk menjalani kehidupan Anda, dan akan menikmati hasil kerja Anda. Jika Anda telah mencari cara hidup yang dapat menikmati kehidupan itu lebih enak, sementara itu anda juga harus mempertahankan penghasilan tetap, ada baiknya anda mengunjungi GDI http://money4ugdi.ws Gold Rush. Siapa tahu, anda mendapatkan ide yang lebih baik pada hari ini. (Sumber: Situs Info and Tutorial, 26,1, 2010)

Saturday, February 20, 2010

Duduk Diam Dapat Duit

Duduk, diam, dapat duit (4-D). Begitulah kalimat yang sering diidentikkan dengan para pelaku bisnis online, entah apa pun bisnis yang dia jalankan. Tadinya idiom seperti itu adalah milik bapak-bapak kita di DPR masa lalu.

Hmm…. enak betul ya kalau hanya duduk dan diam kita bisa dapat duit — dalam jumlah banyak lagi! Tapi apakah kenyataannya seperti itu?

Jawabnya : tidak.

Faktanya, slogan 4-D itu sama sekali tidak bisa berlaku. Semua butuh proses, semua butuh pengorbanan, dan semua butuh kesabaran. Dan hasil yang akan Anda dapat sesuai apa yang Anda keluarkan — that’s the golden rule of life. Jadi mau tidak mau kita harus bekerja keras untuk bisa berhasil dalam bisnis online. Apapun tipe bisnis yang kita geluti.


Faktanya adalah bisnis online tidak jauh beda dengan bisnis di dunia nyata : ada banyak hal yang harus Anda lakukan untuk bisa sukses dalam dunia bisnis online.

Jika Anda seorang ads publisher, Anda harus memperhatikan traffik situs Anda, Anda harus memperhatikan click-through iklan Anda, Anda harus memperhatikan demografi visitor situs bisnis Anda, dan sebagainya.

Tidak selalu mudah untuk berbisnis online, walau juga tidak selalu susah. Yang jelas perlu usaha yang cukup keras untuk bisa maju dan sukses, tidak bisa hanya duduk dan diam lalu menunggu uang mengalir ke rekening Anda.

Jika Anda seorang internet marketer, Anda harus memperhatikan sales copy situs Anda, memperhatikan performa list building situs Anda, memperhatikan performa autoresponder-open-rate dari newsletter Anda, dan sebagainya.

Jika Anda seorang paid reviewer, maka Anda harus begini begitu. Jika Anda pemilik jasa web hosting, maka Anda harus begini begitu. Daaaaaaan seterusnya.

Jadi kalau Anda selalu membayangkan bahwa dengan berbisnis online Anda bisa duduk-diam-dapat-duit, sebaiknya Anda berhenti berkhayal sekarang juga,

Jangan malas untuk bekerja, jangan bosan untuk berusaha. Yakinlah bahwa semua yang Anda lakukan akan mendapatkan hasil yang menyenangkan. Semua usaha yang Anda lakukan akan menghasilkan uang yang lebih banyak lagi pada masa panen tiba.

Ingat hukum kehidupan : semua ada harganya. Dan jika Anda mau membayar mahal, maka Anda bisa mendapatkan barang yang bagus. Harga nggak bohong, begitu kalau kata orang.

Bagaimana dengan saya sendiri, kok enak banget sehari-hari cuman kerja dari rumah tapi bisa dapat income besar? Itu kan kayak enggak kerja?

Ups jangan salah. Sekedar info, saat ini saya bisa meraih income dari bisnis online sekitar 10 juta rupiah per bulannya itu semua adalah hasil dari sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Saya meluangkan ratusan jam untuk belajar kesana-kemari. Saya mengeluarkan ratusan dollar untuk membeli berbagai buku panduan yang berkualitas tinggi + layanan pembantu online business yang saya butuhkan. Saya bahkan ngutang pakai kartu kredit orang demi membeli layanan + buku panduan tersebut.

Saya meluangkan 3-4 jam sehari untuk berbisnis online sepulang kuliah (sisa setahun lagi). Saya bangun sebelum orang lain bangun, saya tidur setelah orang lain tidur. Apakah itu bukan sebuah perjuangan? Apakah itu bukan sebuah “kerja”?

Tapi walau begitu saya tidak merasa merugi. Income sekitar 10 juta rupiah / bulan dari berbagai bisnis online saya rasa cukup berharga untuk membayar semua kerja keras saya itu.

Sebuah perjuangan yang lumayan melelahkan, tapi hasilnya sangat membahagiakan — setidaknya saya merasa sangat bahagia bisa dapat segitu, walau mungkin kecil nilainya bagi sebagian Anda.

Bisnis online memang secara umum mudah, tapi bukan berarti bisa kita jalankan asal-asalan. Sama seperti bisnis di dunia nyata, Anda perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk mendapatkan hasil yang baik. Hasilnya, sekali lagi, sebanding dengan kerja keras Anda.

Berdasar pengalaman saya & client-client saya di uangpanas.com, kalau Anda hanya mau meluangkan waktu 1-2 jam sehari menjalankannya, Anda bisa mendapat untung Rp 100.000 – 300.000 dalam sehari berbisnis online. Tapi kalau Anda meluangkan waktu lebih banyak lagi, misal 4-5 jam sehari untuk berbisnis online, Anda bisa mendapat Rp 500.000-1.000.000 per harinya.

Jadi, sekali lagi, semakin besar usaha Anda, semakin besar pula yang bisa Anda raih

Jadi bagi Anda yang merasa tertarik di bisnis online, bersiaplah untuk bekerja keras juga. No pain == no gain. Jangan mudah menyerah, jangan mudah merasa putus asa. Teruslah berusaha untuk maju. Jalan tidak selalu mudah, tapi untuk mendatangi tujuan Anda, selalu ada jalan.

Nikmati prosesnya, dan nikmatilah hasilnya

( Sumber : http://Jokosusilo,com… walau tidak ada cara yang membuat Anda bisa duduk-diam-dapat-duit, tetapi ada cara untuk duduk-sedikit_bekerja-dapat-duit. Saya sudah tahu caranya, dan sudah menerapkannya. Ingin tahu bagaimana caranya? Klik di sini! …)

Sunday, February 14, 2010

Mengatur Jadwal Terbit Artikel di Blogger



Ada fitur menarik dari blogger.com yaitu Scheduled Posts. Dengan adanya fasilitas Scheduled Posts kita dimudahkan dalam melakukan pengaturan jadwal posting.

Kapan saja kita mau artikel dipost, secara otomatis sistem akan melakukannya. Enggak perlu begadang. Misalkan kita ingin tulisan saat ini di publikasikan minggu depan. Caranya tinggal mengatur saja waktu postingan.

Cara melakukan setting Scheduled Posts:
1. Masuk ke http://draft.blogger.com/
2. Jika belum Login, silahkan login terlebih dahulu.
3. Pada halaman posting pilih "Pilihan Posing" atau “Post Options” arahkan ke Posting tanggal dan waktu yang kita inginkan.
4. Silakan atur tanggal dan jam kapan postingan kita akan diterbitkan.

Ketika kita menekan tombol Mempublikasikan secara otomatis postingan kita akan terjadwal dan akan diterbitkan sesuai waktu yang sudah tentukan. Jika ingin menghentikan penjadwalan tinggal simpan saja sebagai draft.

(Sumber: PCplus/ 14/8/ 2009)

Monday, February 08, 2010

Dunia Internet di Masyarakat Kita

Oleh : Onno W Purbo

Berbeda dengan bayangan pemerintah dan mungkin media, Internet Indonesia banyak di dorong oleh dunia usaha dan content lokal berbasis masyarakat.

Ini karena murahnya akses RT/RW-net dan broadband unlimited yang tidak sampai Rp 200.000 per bulan, bahkan akses di bawah Rp 5.000 per hari melalui seluler! Statistik di Bekas.com menunjukkan, akses warnet tinggal 21 persen, sebagian besar (42 persen) dari rumah (termasuk telepon seluler), 33 persen kantor, dan 4 persen hotspot.

Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40-60 persen trafik internet didominasi oleh Facebook! Memang bandwidth Youtube mendominasi, terutama di Speedy, tetapi di seluler dan lainnya hampir semua di dominasi Facebook.

Data Checkfacebook.com menunjukkan, Indonesia peringkat ke-7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan, Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna per minggu! Hal ini di konfirmasi Alexa (www.alexa.com) yang memeringkat Facebook sebagai situs nomor satu di Indonesia.

Tidak heran, Gramedia banyak memajang buku kiat berkiprah di Facebook. Jika kita telaah statistik Alexa, Facebook, blogger.com, wordpress.com, dan kaskus.us merupakan situs yang banyak di akses Indonesia. Ini menjadi menarik karena semua situs tersebut, termasuk Facebook, hanya wadah. Semua isi situs di-generate oleh pengguna internet, bukan pengelola situs. Bahkan, kaskus.us hanya forum diskusi elektronik. Baru sesudah kaskus.us bermunculan situs seperti detik.com, kompas.com, dan okezone.com di Alexa.

Istilah kerennya user generated content ternyata menarik/marak. Pengguna di Indonesia tampaknya suka pada berita/content dari pengguna lain, bukan content yang ”resmi” dan profesional. Hal ini secara tidak langsung menjadi ”ancaman” bagi situs berita, content provider.

Juga ancaman bagi berbagai inisiatif top down untuk membuat content lokal yang banyak menjadi proyek di APBN. Merangkul komunitas sebagai bagian dari produsen informasi menjadi sangat penting dan strategis. Yang tidak kalah menarik, situs jejaring sosial/forum ataupun blog ternyata tidak hanya digunakan untuk sharing pengetahuan dan silaturahim.

Menguntungkan

Mengais rezeki di internet menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari komunitas informasi. Situs Facebook, kaskus.us, dan bekas.com menjadi alter- natif wadah mengais rezeki di internet. Caranya pun mudah dan gratis. Kita dapat aktif berdiskusi, menawarkan solusi, menempelkan produk di dinding atau catatan di Facebook, atau dengan sedikit uang memuat iklan baris di situs seperti bekas. com.

Dengan 12 juta pengguna Facebook Indonesia, transaksi di Facebook menguntungkan. Nama Facebook yang digunakan eksplisit memperlihatkan usahanya, seperti Tripti Batik, the Bou- tique, teabag butik, Karina Jualan Sepatu, Jual Mobil Bekas, Jual- beli Sepeda, House of Nayza-Butik Kaus Muslimah, Butik Anakku, Sepatu Lukis, sepedaku. com. Adanya grup dan fans profile Facebook seperti motifbatik (1 juta fans), Aku Cinta Batik Indonesia (40.000 fans), Fotografer.net (17.000 fans) menjadi ajang pertemuan dan silaturahim komunitas. Penghasilan internet sebagai tambahan sangat lumayan. Pengalaman Lina, seorang ibu rumah tangga di Pekalongan, yang aktif di Facebook, dari rumah dapat menjual batik Pekalongan dengan keuntungan Rp 1-2 juta per bulan.

Biaya akses internet tertutup, putra-putri tetap terawasi tanpa perlu lelah kerja di kantor. Tren ini tampaknya menjadi solusi para ibu untuk berusaha di rumah, salah satu komunitas yang besar adalah http://komunitas.bundainbiz.com yang dimotori Ibu Nadia, Ibu Sotya, Ibu Sharah, Ibu Riana, dan Ibu Mia.

Selain Facebook, kaskus.us forum jual beli merupakan salah satu situs perdagangan Indonesia yang paling menarik. Ada 10 barang yang paling diperdagangkan di kaskus.us, yaitu action figures, Blackberry Onyx, Sony PSP Go, Sony Digital Camera, iPod Touch, HTC PDA Phone, Acer Notebook, Canon DSLR Camera, Motor Ninja, dan kaus distro. Cara jual sangat sederhana, penjual posting di forum beserta gambar dan harga. Pembeli dapat menawar di forum. Transfer uang melalui bank sebelum barang dikirim.

Andrew Darwis, salah seorang pendiri kaskus.us, menceritakan, edaran uang di Kaskus lumayan. Seorang penjual kamera digital dapat memutarkan Rp 100 juta per minggu tanpa stok barang! Barang diambil dari distributor saat ada pemesanan.

Memang tidak semua usaha di internet berakhlak, lumayan banyak usaha yang tidak berakhlak, seperti foto bugil dan situs porno. Untungnya, usaha demikian sulit untuk menembus Facebook, kaskus.us, dan lain-lain karena mekanisme moderasi dan filtering yang lumayan ketat. Pelaporan kepada administrator Facebook menjamin halaman esek-esek di tutup.

Dalam bertransaksi di internet jangan pernah menipu. Cerita mulut ke mulut akan dahsyat efeknya dan mematikan. Di samping adanya UU ITE yang menambahkan payung hukum untuk transaksi di internet.
Onno W Purbo Ahli Teknik Elektro ( Sumber : Kompas/ 8/2/ 2010)

Wednesday, February 03, 2010

Perlu, Strategi Kebudayaan Membangun Karakter Bangsa

Indonesia membutuhkan suatu strategi kebudayaan untuk membentuk karakter bangsa yang dewasa ini semakin hilang. Strategi kebudayaan itu dimaksudkan untuk menghadapi masa depan dengan segala masalah dan tantangannya.

Hal itu mengemuka dalam bedah buku Menyemai Karakter Bangsa: Budaya Kebangkitan Berbasis Kesastraan karya ahli sosiologi politik Yudi Latif di Kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Palmerah Barat, Jakarta, Selasa (2/2). Diskusi menghadirkan pembahas dari CSIS, Harry Tjan Silalahi dan J Kristiadi, serta Rumadi dari The Wahid Institute.

Dalam buku setebal 182 halaman itu, pada halaman 58, Yudi Latif, antara lain, menyebutkan, ”(dalam penyusunan strategi kebudayaan)... warisan budaya perlu dihargai. Tetapi, agar warisan tersebut dapat menunjukkan maknanya bagi kehidupan masyarakat kontemporer, maka perlu dibuat tafsiran-tafsiran kreatif, beserta penyempurnaannya lewat proses belajar interkultural”.

J Kristiadi dan Harry Tjan sepakat bahwa sebuah strategi kebudayaan menemukan momentumnya dewasa ini karena berbagai masalah kebangsaan, termasuk politik dalam kasus Bank Century.

Pembangunan karakter

Mengenai penyebab hilangnya karakter itu, J Kristiadi mencuplik pendapat Frank Furedi, penulis buku Where Have All the Intellectuals Gone?, yang dikutip Yudi Latif dalam bukunya, yaitu the cult of philistinism, pemujaan berlebihan terhadap budaya kedangkalan oleh perhatian yang berlebihan terhadap interes material dan praktis.

Harry Tjan mengingatkan bahwa Bung Karno pernah membuat konsep pembangunan karakter dan bangsa, tetapi didekati dari sudut politik. ”Sekarang tinggal bahasa Indonesia yang menjadi faktor pemersatu bangsa,” ujarnya. Faktor pemersatu lainnya, seperti bendera Merah Putih, sudah luntur.

Menurut Rumadi, lunturnya karakter bangsa telah tertanam dari masa anak-anak duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini ditandai dengan adanya pemisahan siswa dalam proses belajar di kelas karena faktor beda agama. (**/bur; Sumber Kompas) Rabu, 3/2/2010