Tuesday, May 26, 2009

Target, Perlu Ditentukan

Perlukah Target Di Tentukan
Oleh: Joko Susilo-Harmenharmen

Dari sisi budaya, menyebutkan sebuah target itu sangat tergantung dari budaya mana anda melihatnya. Kalau budaya Jawa, hal seperti itu bisa disangka “pamer” kuasa. Tapi dalam ilmu manajemen, menentukan target itu wajib hukumnya. Orang kalau tanpa target, itu sama halnya dengan main laying-layang; hanya untuk mengambang. Naik tidak turun juga bukan. Tapi bagaimana menurut Joko susilo. Menurutnya, satu pertanyaan klasik selalu terlontar tiap tahun baru tiba. “Apa target saya tahun ini?”
... Jika anda sudah punya jawabannya, itu bagus. Karena, dengan memiliki target yang jelas, anda akan melangkah lebih percaya diri.
Mungkin saja di antara kita masih ada yang kecewa dengan target yang belum tercapai tahun lalu. Tapi, kekecewaan ini harus segera diatasi. Waktu sangat berharga karena ia tidak bisa diputar ulang. Jadi, apa gunanya berlarut-larut dalam kekecewaan?
Buka pikiran dan hati anda dan ingat, kita masih punya kesempatan di tahun berikutnya. Ya, kesempatan emas di tahun ini. Percayalah tahun ini sesuatu yang luar biasa akan terjadi dan mengubah hidup anda, bahkan juga orang-orang di sekitar anda.
Keyakinan seperti ini juga saya tanamkan pada diri saya. Bahkan sejak dulu saat saya mulai memutuskan ‘Ya! Saya akan mulai dan sukses di bisnis internet!‘
Berbekal rasa optimis, ketekunan, dan kerja keras, satu persatu tujuan saya tercapai. Saya yakin, anda tentu juga bisa melakukannya lebih dari saya.
Ucapkan pada diri anda, “Tahun 2008 adalah tahun saya!”
Segarkan pikiran, ciptakan peluang-peluang baru! Kembangkan berbagai kreativitas baru dalam bisnis. Tinggalkan strategi lama yang sudah usang dan tidak mendatangkan hasil, dan mulai gunakan strategi baru. Terbukalah pada perubahan!
Jika anda punya tujuan, petakanlah! Susun berdasar jangka waktunya. Ada jangka panjang, menengah, dan jangka pendek, kemudian jalankan. Tetapi, jangan lupa juga untuk menjalaninya secara alami. Jangan sampai target-target itu justru membelenggu anda. Jangan biarkan diri anda tertekan karena banyak target jangka pendek yang tidak terpenuhi sehingga merasa khawatir gagal meraih apa yang sudah diidam-idamkan. Ini bahaya!
Tujuan hanyalah poin-poin atau jalur penanda. Kurang lebih seperti rambu lalu lintas yang akan membantu anda agar tidak tersesat atau menuju arah yang salah. Jadi, cobalah bersikap lebih terbuka dan fleksibel. Rebut setiap kesempatan yang membantu anda ke arah tujuan. Lakukan hal-hal yang sekiranya realistis dan dapat anda lakukan.
Di bawah ini ada beberapa hal yang bisa anda renungkan:
Biarkan setiap kejadian merubah hidup anda. Anda harus mau berkembang karena andalah orang yang menciptakan dan menghidupkan adanya perubahan itu. Terbukalah pada pengalaman-pengalaman yang sebelumnya pernah anda alami. Anda harus mau belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu…
Proses itu lebih penting dari hasil. Jika hasil mengendalikan proses, kita hanya akan jalan di tempat. Kita akan selalu terpaku di tempat kita ada sekarang. Tidak berkembang! Sebaliknya, jika proses mengendalikan hasil, meski kita belum melihat tujuan kita, tapi kita tahu pasti kita akan sampai disana. Yakinlah!
Mulailah dari manapun anda berada. Ketidaktahuan untuk memulai dari mana sering membuat kita tidak beranjak. Ambilah inisiatif. Lakukan dari manapun anda berada, sekarang juga!
Jadi, tentukan target dan tujuan anda tahun ini. Andalah yang menjadi penuntun target. Andalah pusat dari target-target anda. Andalah yang mengendalikannya, bukan target yang mengikat anda. Dan, jangan pernah berhenti berubah… ke arah yang lebih baik tentunya…
Tapia pa itu target menurut seorang pelakon Tsauf. Menurutnya seorang manusia itu terlalu sombong bila ia menyebutkan sebuah target. Yang paling utama adalah pada pendekatan pada sang halik dan menghambakan diri padaNya. Jangan silau oleh apa saja. Hiduplah dengan jiwa yang bersih dan menjaga keutamaan jiwa sepanjang masa. Menurut sang ahli ini, apapun yang terjadi di dunia ini, hanya bisa kalau ada izin sang halik. Karena itu berserahlah, semua sudah ada yang mengatur. Sebagaimanusia, kita wajib berusaha, tetapi usaha bukanlah penentu segalanya…

Monday, May 25, 2009

Di sana Oke Di sini Tidak

Disana Berhasil Kenapa Disini Tidak?

Oleh : Harmen Batubara
Pernahkah anda melihat, ada usaha yang sangat berhasil tetapi banyak pula yang sama sekali tidak bisa maju. Padahal rasa-rasanya sudah diupayakan, agar apa yang diinginkan para pelanggan, sudah disediakan disana. Tapi tetap saja sepi. Orang gak mau datang untuk melihat saja, apalagi untuk beli.
Menurut Pak Chandra (Primagama), anda memang lagi tidak beruntung. Ibarat sedang sama-sama mancing; umpan anda pas ketutup daun. Jadi tidak seekor ikanpun yang bisa melihat Umpan anda. Sebaliknya teman anda yang ada disamping anda, kebetulan umpannya persis jatuh dimuka seekor ikan besar yang lagi lapar. Maka jadilah. Ia dapat tangkapan besar.
Filosofinya sih, kalau mendengar kata Ning Chik Ning ( The Asian Mind Game), semua itu sebenarnya sudah ada pakemnya. Bagaimanapun alasannya, sebenarnya cetak biru diri anda sudah ada di dunia ini. Menurutnya, sehelai daun yang jatuhpun, baru bisa terlaksana kalau sudah ada izinnya dari Surga. Anda percuma mencari sesuatu yang sebenarnya tidak pernah menjadi milik anda. Lho apakah ada ilmu untuk mengetahui cetak biru diri kita itu?
Disinilah semuanya akan bisa terungkap. Sebagai seorang manusia, sebenarnya apa yang telah Tuhan berikan untuk kita itu sudah melebihi dari yang diperlukan. Otak manusia itu luar biasa desain dan kemampuannya. Tapi kenapa bisa terjadi demikian? Ada orang yang sangat berhasil, sementara banyak yang untuk sekedar makan sajapun susah; ada apa sebenarnya? Apakah ini ada hubungannya dengan Fengshui, garis tangan, dan takdir ? dll.
Pada dasarnya segala sesuatu itu ada ilmunya. Maka sebagai manusia kita harus belajar untuk mengetahui ilmunya tersebut. Kalau kita jadi pebisnis Internet, ya harus tahu dan mampu mengelola bisnis internet. Memang, anda tidak perlu pintar dalam segalanya. Bahkan anda dapat membayar orang yang terbaik dalam sesuatu ilmu tersebut. Lalu manfaatkan kepintarannya untuk tujuan anda berbisnis. Itu juga sah-sah saja. Jadi sebenarnya di dunia ini tersedia semua sumber daya apa saya; baik SDM, Sarana dan prasarana; ada permintaan dan ada pula yang menghasilkan produk. Tetapi dalam kondisi yang seperti itu, masih saja ada orang yang kesusahan?
Itulah kekuasaan sang Pencipta, di dunia ini segalanya sudah disediakan. Tetapi kalau kemudian antar ras, antar bangsa berebutan, saling memeras, saling mengakali, ya masalahnya ada pada manusianya. Ibarat dalam sebuah rumah tangga, ada saja anggota keluarga yang mau melakukan sesuatu hanya demi kepentingan pribadi dan sesaat. Tidak pernah terpikirkan bagaimana keluarga ini ke depan? Bagaimana agar tetap kompak, tetap saling asah, saling asih, dan saling asuh serta saling berbagi. Padahal kalau itu bisa dilakukan, maka semuanya akan langgeng dan lestari, loh jinawi.